Senin, 26 September 2016

ARTI SYMBOL (LAMBANG) C, R, & TM





ARTI SYMBOL (LAMBANG) C, R, & TM Pada MEREK

Simbol ® merupakan kepanjangan dari Registered Merk artinya merek terdaftar. Merek- Merek yang menggunakan simbol tersebut mempunyai arti bahwa merek tersebut telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek yang dibuktikan dengan terbitnya sertifikat merek.
Simbol TM merupakan kepanjangan dari Trade Mark artinya Merek Dagang. Simbol TM biasanya digunakan orang untuk mengindikasikan bahwa merek dagang tersebut masih dalam proses. Baik proses pengajuan di kantor merek ataupun proses perpanjangan karena jangwa waktu perlindungan (10tahun) yang hampir habis (expired). *Namun bagi negara-negara yang menganut sistem merek "first in use" seperti Amerika Serikat tanda berarti merek tersebut telah digunakan dan dimiliki.
Sedangkan Simbol © kepanjangan dari copyright artinya Hak Cipta, merupakan logo yang digunakan dalam lingkup cipta dengan kata lain karya tersebut orisinil. Pengunanaan simbol © dapat digunakan walaupun karya tersebut tidak dapat dibuktikan dengan sertifikat hak cipta, karena perlindungan hak cipta bersifat otomatis (automathic right), namun adanya sertifikat hak cipta dapat menjadi bukti formil dimata penegak hukum. Komponen penting dalam hak cipta khususnya lukisan/ logo, yaitu:
1. Pencipta (sebagai pemegang hak moral)
2. Pemegang Hak Cipta
3. Obyek Ciptaan
4. Kapan dan dimana ciptaan itu dibuat/ diumumkan
Logo R, TM dan C merupakan suatu tanda yang biasanya dicantumkan dengan tujuan untuk menghalangi pihak yang akan meniru atau menjiplak karyanya, dimana secara tidak langsung ingin memberitahuan bahwa produknya atau karyanya telah diajukan permohonan atau telah terlindungi haknya.

Copyleft



Copyleft


Copyleft adalah permainan kata dari copyright (hak cipta) dan seperti halnya makna berlawanan yang dikandung masing-masing (right vs left), begitu pula arti dari kedua istilah tersebut berlawanan. Copyleft merupakan praktik penggunaan undang-undang hak cipta untuk meniadakan larangan dalam pendistribusian salinan dan versi yang telah dimodifikasi dari suatu karya kepada orang lain dan mengharuskan kebebasan yang sama diterapkan dalam versi-versi selanjutnya kemudian. Copyleft diterapkan pada hasil karya seperti perangkat lunak, dokumen, musik, dan seni. Jika hak cipta dianggap sebagai suatu cara untuk membatasi hak untuk membuat dan mendistribusikan kembali salinan suatu karya, maka lisensi copyleft digunakan untuk memastikan bahwa semua orang yang menerima salinan atau versi turunan dari suatu karya dapat menggunakan, memodifikasi, dan juga mendistribusikan ulang baik karya, maupun versi turunannya. Dalam pengertian awam, copyleft adalah lawan dari hak cipta.
Pengarang dan pengembang yang menggunakan copyleft untuk karya mereka dapat melibatkan orang lain untuk mengembangkan karyanya sebagai suatu bagian dari proses yang berkelanjutan. Salah satu contoh lisensi copyleft adalah GNU General Public License.

Creative Commons



Creative Commons (CC) adalah suatu organisasi nirlaba yang memfokuskan diri untuk memperluas cakupan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara legal agar dapat digunakan kembali dan dibagi secara luas. Organisasi ini telah menerbitkan beberapa lisensi hak cipta yang dikenal dengan lisensi Creative Commons. Lisensi-lisensi ini membatasi atau bahkan membebaskan hak pencipta atas karyanya sehingga penyebaran karya tersebut lebih mudah.
Lisensi Creative Commons terdiri dari empat modul utama yaitu Atribusi (BY), yang membutuhkan atribusi ke pencipta aslinya, Berbagi Serupa (SA), yang memungkinkan adanya karya turunan di bawah lisensi yang sama atau serupa, Non-Komersial (NC), yang mana ciptaan tersebut tidak digunakan untuk tujuan komersial, dan Tanpa Turunan (ND), yang memperbolehkan hanya ada ciptaan aslinya, tanpa turunan. Keempat modul ini dikombinasikan untuk membentuk enam lisensi utama dari Creative Commons

- Attribution (CC BY)
- Attribution Share Alike (CC BY-SA)
- Attribution No Derivatives (CC BY-ND)
- Attribution Non-Commercial (CC BY-NC)
- Attribution Non-Commercial Share Alike (CC BY-NC-SA)
- Attribution Non-Commercial No Derivatives (CC BY-NC-ND)





Attribution Non-Commercial (CC BY-NC) 
Lisensi ini memungkinkan orang lain membuat me-remix, membongkar, dan membangun atas pekerjaan Anda secara non-komersial, namun penghargaan dan lisensi Anda menjadi kreasi baru di bawah persyaratan yang sama.

















Attribution Non-Commercial No Derivatives (CC BY-NC-ND)
Lisensi ini adalah yang paling ketat dari enam lisensi utama kami, hanya mengizinkan orang lain untuk men-download karya Anda dan membaginya dengan orang lain selama mereka menghargai Anda, tetapi mereka tidak dapat mengubahnya dengan cara apapun atau menggunakannya secara komersial










Attribution Non-Commercial Share Alike (CC BY-NC-SA)
Lisensi ini memungkinkan untuk redistribusi, komersial dan non-komersial, asalkan itu diteruskan tidak berubah dan secara keseluruhan, dengan penghargaan kepada Anda.








Attribution No Derivatives (CC BY-ND)
Lisensi ini memungkinkan orang lain membuat me-remix, membongkar, dan membangun atas pekerjaan Anda, bahkan untuk tujuan komersial, selama penghargaan dan lisensi ada pada anda dan menjadi kreasi baru mereka di bawah persyaratan yang sama.









Attribution (CC BY)
Lisensi ini memungkinkan orang lain mendistribusikan, remix, membongkar, dan membangun di atas pekerjaan Anda, bahkan untuk tujuan komersial, selama mereka menghargai Anda untuk penciptaan asli.



TENTANG TYPOGRAFI

SEKILAS TENTANG TYPOGRAFI

TYPOGRAFI

Huruf atau biasa juga dikenal dengan istilah “Font” atau “Typeface” adalah salah satu elemen terpenting dalam Desain Grafis karena huruf merupakan sebuah bentuk yang universal untuk menghantarkan bentuk visual menjadi sebuah bentuk bahasa. Huruf merupakan hal yang penting dalam dunia Desain Komunikasi Visual. Huruf atau sering disebut dengan Font, Tipo, Typeface, Type merupakan bentuk visual yang dibunyikan sebagai kebutuhan komunikasi verbal. Dalam Desain Komunikasi Visual kita mengenal adanya ilmu yang mempelajari tentang huruf yaitu Typografi dengan kata lain Tipografi adalah Ilmu yang mempelajari tentang Huruf dan penggunaan Huruf dalam aplikasi desain komunikasi visual.

Dalam desain komunikasi visual, tipografi dikatakan sebagai ‘visual language’, yang berarti bahasa yang dapat dilihat. Tipografi adalah salah satu sarana untuk menterjemahkan kata-kata yang terucap ke halaman yang dapat dibaca. Peran dari pada tipografi adalah untuk mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat. Secara tidak sadar manusia selalu berhubungan dengan tipografi setiap hari, setiap saat. Pada merek dagang komputer yang kita gunakan, koran atau majalah yang kita baca, label pakaian yang kita kenakan, dan masih banyak lagi. Hampir semua hal yang berhubungan dengan desain komunikasi visual mempunyai unsur tipografi di dalamnya. Kurangnya perhatian pada tipografi dapat mempengaruhi desain yang indah menjadi kurang atau tidak komunikatif.
(Yoga Pramuditya, S.Kom, SEJARAH & KAJIAN TIPOGRAFI)

Seiring perkembangan Komunikasi dari era prasejarah hingga saat ini huruf memiliki banyak keragaman dan memiliki banyak type. Awalnya Perkembangan Sekitar tahun 3100 SM, bangsa Mesir menggunakan pictograph sebagai simbol-simbol yang menggambarkan sebuah objek. Komunikasi dengan menggunakan gambar berkembang dari pictograph hingga ideograph, berupa simbol-simbol yang merepresentasikan gagasan yang lebih kompleks serta konsep abstrak yang lain.

Perpindahan yang mendasar dari bahasa gambar dan tanda yang dibunyikan (pictograph, ideograph – menunjukan benda serta gagasan) hingga bahasa tulisan yang dapat dibunyikan dan memiliki arti (Phonograph – setiap tanda atau huruf menandakan bunyi) dapat disaksikan pada sistem alfabet Phoenician pertama yang diperkenalkan pada tahun 1300 sebelum Masehi. Alfabet ini terdiri dari 23 simbol yang sangat sederhana dan terbatas hanya sebagai perwakilan unsur bunyi. Sebagai contoh, huruf pertama dari alfabet Phoenician berupa gambar sederhana dari kepala banteng, yang dalam bahasa mereka disebut Aleph, dan kemudian kata ini mewakili bunyi dari huruf ‘A’.

Bangsa Yunani kemudian mengadaptasi sistem alfabet ini ke dalam struktur anatomi huruf yang lebih teratur dengan menerapkan bentuk-bentuk geometris. Perkembangan yang terpenting dari sistem alfabet ini adalah penerapan pola membaca dari arah kiri ke kanan (AlfabetPhoenician dari kanan ke kiri). Istilah Alfabet (Alphabet) berasal dari singkatan 2 huruf pertama dalam sistem alfabet Yunani, yaitu Alpha danBeta. Sistem alfabet kemudian terus berkembang hingga akhirnya bangsa Romawi menyempurnakan ke dalam bentuk huruf yang sebagaimana kita kenal dan gunakan sekarang;
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Dalam beberapa literatur tipografi, rupa huruf dapat di golongankan dalam beberapa klasifikasi, yang berguna untuk mempermudah mengidentifikasi rupa huruf tersebut. Berdasarkan klasifikasi yang umum dan sering dipakai, klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya, rupa huruf digolongkan menjadi:

  • Blackletter/ Old English/ Textura, berdasarkan tulisan tangan (script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia (gaya Celtic).
  • Humanis/ Venetian, berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia. Disebut humanis karena goresannya seperti tulisan tangan manusia.
  • Old Style, Rupa huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
  • Transitional, Rupa huruf serif, muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
  • Modern/ Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang jaman Modern.
  • Slab serif/ Egyptian Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno
  • Sans-serif/ Rupa huruf tanpa kait
  • Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
  • Geometris Sans-serif, bentuk rupa hurufnya berdasarkan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran segi empat dan segitiga.
  • Humanis Sans-serif, bentuk rupa hurufnya seperti tulisan tangan manusia.
  • Display/ dekoratif, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar.
  • Script dan cursive, bentuknya menyerupai handwriting - tulisan tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive tidak.

Selain itu ada juga klasifikasi yang berdasarkan bentuk rupa hurufnya:

I. Huruf Roman
Huruf Roman atau yang sering kita sebut sebagai huruf latin memiliki jumlah 26 huruf yang diterapkan sejak abad pertengahan dan digunakan sebagai alfabet dalam bahasa Inggris kontemporer. Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku. Diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV. Merupakan kelompok Rupa huruf serif. Font Jenis Roman identik dengan sirip, dan memiliki kontras tebal dan tipis garis-garisnya dalam tiap hurufnya.

Gambar 1.1 
Pola font Roman du Roi



Dibawah ini beberapa Contoh font dari keluarga Roman:

Gambar 1.2 
Bentuk Huruf TimesNewRoman

 Gambar 1.2 
Yale Administratives Roman Regular



Gambar 1.3 
Bentuk huruf Hunt Roman

II. Huruf Bodoni
Font Bodoni adalah serangkaian tipografi serif pertama, dirancang oleh Giambattista Bodoni (1740-1813) pada tahun 1798. Font ini diklasifikasikan sebagai Didone modern. Bodoni mengikuti ide dari John Baskerville, seperti yang ditemukan dalam tipe pencetakan Baskerville, yang kontras dan stroke meningkat, lebih vertikal sedikit pekat, huruf besar, tetapi membawa mereka pada akhir yang lebih ekstrim. Bodoni memiliki karir yang panjang dan desainnya berevolusi dan berbeda, berakhir dengan struktur huruf yang sempit dan datar, serif unbracketed, kontras ekstrem antara stroke tebal dan tipis, dan konstruksi geometris secara keseluruhan. Meskipun desain ini kemudian adalah sah disebut "modern", desain sebelumnya adalah "transisi". Di antara versi digital, ada dua contoh, baik dari periode modern, maupun transisi: Sumner Stone ITC Bodoni, dan Gunther Lange "Bodoni Old Face" untuk Berthold. Hampir semua versi lainnya merupakan gaya yang paling ekstrim dari Font Bodoni.




Gambar 2.1 Perbandingan Bentuk Font Garamond (Roman gaya lama ) 
Dengan Bodoni (Modern Roman)

Bicara tentang font bodoni hal ini berkaitan dengan huruf modern dan tidak dapat lepas dari seseorang berkebangsaan Perancis yang bernama Firmin Didot (putra François - Ambroise Didot), dan font ini pertama kali menghiasi halaman yang dicetak pada 1784 .

 Gambar 2.2 
Penggunaan Font Bodoni pada halaman yang dicetak pertama kali pada tahun 1784

Jenis font ini segera diikuti oleh Didone yang mengacu pada pola dasar dari Bodoni, Seorang Desainer huruf, pembuat punch cutter dan pencetak, Giambattista Bodoni  terpengaruh bentuk dari Romains du Roi dan jenis John Baskerville ( dengan kontras tinggi ) , karena kekagumannya pada kedua jenis font ini.
Bodoni selamanya akan dihubungkan dengan beberapa kelompok interpretasi digital—the FontBook memasukkan lebih dari 14 (empat belas) halamanto dengan pengaruh cita rasa Bodoni; beberapa setia meggunakan dan merubahhnya secara digital, yang lainnya membuat pola dengan interpretasinya masing-masing. Namun bagaimanapun juga, Bodoni merupakan sebuah huruf yang secara produktif digunakan oleh designer
Karakter dari font Bodoni:
1 . Kontras tinggi dan tiba-tiba antara stroke tebal dan tipis ;
2 . Tiba-tiba ( unbracketed ) rambut ( tipis) serif
3 . sumbu vertikal
4 . stres Horizontal
5 . aperture kecil


Gambar 2.3
Contoh penggunaan font Bodoni pada Poster Typografi, karya Tati Dengo 

III. Huruf Egyptian
Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egyptian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno.
Dikenal dengan sebutan lain sebagai Slab Serif (abad ke-19) karena Sirip/ Kait dan garisnya memiliki ketebalan yang sama, jika dilihat seperti papan. Font ini telah dikenal sebagai "Antique" dan "Egyptian" dan beberapa nama keluarga dari jenis font ini mencerminkan pengaruh Mesir: Kairo, Karnak, Memphis, dll. Serif slab sangat baik digunakan untuk membuat judul namun tidak baik untuk keterbacaan bila digunakan sebagai body copy


Gambar 3.1
Anatomi Slab Serif/ Egyptian
Gambar 3.2
Perbandingan antara Font Clarendon dengan Egyptian

Gambar 3.3
Beberapa keluarga dari jenis font Slab Serif

Gambar 3.4
Penggunaan Font Slab Serif/ Egyptian Pada Judul Lay Out buku

Gambar 3.5
Penggunaan Font Egyptian pada Headline media cetak

IV. Huruf Sans Serif
Huruf tanpa kait atau biasa disebut dengan sans-serif adalah jenis huruf yang tidak memiliki kait pada bagian ujung strokes/ garis. kata sans, yang berasal dari bahasa Perancis, memiliki arti tanpa, sedangkan serif adalah bagian yang berbentuk kait di ujung strokes.

Gambar 4.1
Font San Serif

Rupa huruf sans-serif dalam beberapa literatur tipografi juga sering disebut "Grotesque" (dalam bahasa Jerman "grotesk") atau "Gothic". Sans Serif merupakan jenis font tanpa sirip/ kait, jenis ini berkesan kontemporer. Dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien. Jenis huruf ini tidak memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke.


Gambar 4.2
Perbedaan huruf Serif dan San Serif

Huruf ini berkarakter streamline, fungsional, modern dan kontemporer. Contoh: Arial, Futura, Avant Garde, Bitstream Vera Sans, Century Gothic dan lain sebagainya.
Sans serif muncul pada abad ke-19-20 - Awalnya dianggap tiada banding oleh para puritan, maka diberi nama Grotesque (Jerman) atau Gothic, ada tiga jenis yang berbeda yaitu:
1) Bauhaus terinspirasi dengan proporsi formal seperti Futura dan Spartan,
Gambar 4.3
Bentuk Font Bauhaus

2) Gothics Swiss-terinspirasi dari grotesques/ gothic yang kurang geometris dan lebih canggih seperti Helvetica dan Univers, dan
Gambar 4.4
Bentuk Font Helvetica

3) Tipografi Humanis yang terlihat lebih seperti mereka diciptakan oleh tangan manusia, termasuk jenis dengan stroke tebal dan tipis tapi tidak ada serif seperti Optima (Zapf Humanis), Radiant dan Broadway. Contoh lain adalah Berita Gothic, Frutiger, dan Gill Sans.

Gambar 4.5
Bentuk Font Gill Sans

V. Huruf Decorative
Selain serif dan sans serif, ada pula jenis huruf “sambung” dan huruf “gaya bebas.” Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. Atau bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. Ada berbagai macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern, dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”. Sementara huruf “gaya bebas” mencakup segala macam jenis huruf “aneh” lain yang sulit dikategorikan dalam ketiga kategori lainnya. Kadang huruf ini bisa diinspirasi dari bentuk geometris tertentu, memadukan gambar atau pola tertentu, dan sebagainya. Di komputer juga dikenal font-font “wingdings-like” yang sebenarnya adalah clipart. Tiap hurufnya murni berupa ikon atau gambar, bukan huruf.
Umumnya jenis-jenis huruf skrip dan dekoratif digunakan untuk hiasan atau dekorasi, bukan untuk teks maupun headline teks. Karena derajat kompleksitasnya lebih tinggi, maka tidak cocok untuk teks karena akan menyulitkan pembacaan.
Huruf dekoratif atau biasa disebut dengan Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.


Gambar 5.1 
Contoh font Dekoratif, Leafy-Glade

Gambar 5.2
Penggunaan Font dekoratif untuk Drop Cap 
pada Lay Out halaman buku

Gambar 5.3
Penggunaan Font Dekoratif pada Iklan tempo dulu



 Gambar 5.4
Penggunaan Font Dekoratif pada Iklan masa kini


Gambar 5.5
Penggunaan Font Dekoratif pada Mural Dinding

Gambar 5.6
Penggunaan Font Dekoratif pada Poster Konser Musik
 (Death Vomit, Yogyakarta)


Gambar 5.5
Penggunaan Font Dekoratif pada Logo Group Band





Sumber Materi:
typographica.org | fontasticindonesia.blogspot.com | iw3n.wordpress.com | www.fontsquirrel.com
ontextualstudies.files.wordpress.com | www.webopedia.com | share.pdfonline.com
www.linotype.com | tlrdesignblog.blogspot.com | imamgomez.webs.com | c2.avid.com
tatidengo.blogspot.com | yale.edu

Metode Menggambar Figur


Sekilas tentang Metode Menggambar Figur 


Menggambar atau menggambarkan bentuk manusia bisa membuat sangat
frustasi. Belajar bagaimana melakukannya terkadang sangat menjengkelkan, terkadang juga menjadi hal yang menakutkan bagi setiap seniman yang masih muda atau orang yang belajar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa metode yang tepat.
Gambar observasional adalah pada mata kita untuk mengukurnya, dan melatih mata untuk melihat objek dengan tingkatan akurasi. Coba tempatkan objek pada sisi gambar yang berdampingan sebagai perbandingan analisis.
Garis tegak lurus, tingkat, titik yang tetap dan garis bantu digunakan untuk membantu seniman dalam memahami dimensi dan pengukuran spasial.
Rumus menggambar figur ada 3 yaitu;
1. menggunakan ritme abstrak,
2. menggunakan bentuk yang saling berkaitan, sebagai konsep dasar, untuk membangun sebuah bentuk. Dengan cara ini kita bisa menggambar dengan mengingat dan
3. menghafal dari apa yang ada di dalam alam kehidupan. cara lain adalah menggunakan imajinasi untuk merancang sebuah gambar.
Berangkat dari metode diatas, observasi dari bentuk dan gambar akan mempertajam mata dan pikiran kita untuk menangkap kemiripan terhadap sebuah benda yang telah kita amati tanpa membutuhkan pengukuran teknis secara langsung yang sistematis.
Jadi imajinasi dan pengamatan adalah hal utama dalam menggambar sesuatu.
Metode menggambar:
1. Menggunakan metode pengukuran objek. Pada gambar diatas terdapat cara mengukur tanpa menggunakan penggaris. Berangkat dari pengamatan secara langsung, kita bisa menggunakan pensil sebagai ukuran untuk menentukan ukuran dari tiap bagian obyek.
2. Di sebelah kiri bawah adalah langkah menggambar menggunakan pendekatan irama abstrak.
3. Menggunakan pola penggabungan bentuk, untuk membangun suatu gambar manusia yang sempurna. Seperti pada gambar diatas.
4. Kita dapat masuk lebih dalam dengan mencoba berbagai metode pengamatan gambar. coba fokus pada salah satu cara kerja, yang disebut metode Reilly.
5. Menangkap dan berkonsentrasi terhadap sebuah pose atau aksi merupakan hal yang penting dalam menggambar figur. Dapat dimulai dari menggambar pola bulatan untuk kepala.
6.Untuk memulai menggambar, kita mulai dengan enam garis:
- kepala,
- pusat kepala dan leher,
- garis bahu,
- tulang belakang,
- garis berkaitan bahu ke dasar panggul, dan
- garis leher dan pinggul yang terhubung.
Garis-garis ini merupakan rancangan/ sketsa awal dan untuk mendefinisikan inti pose.
Setelah inti dari pose dibangun, selanjutnya membuat lengan dan kaki yang
melekat sebagai langkah akhir. Konstruksi sederhana ini akan menciptakan struktur posenya.
Anatomi tersebut kemudian dirancang ke dalam struktur yang sudah kita buat.
Otot yang ditenun seperti kain untuk kerangka, terhubung ke tulang dengan tendon - lilitan seperti tali. Dimana tendon yang menempel disebut titik penyisipan. Figur abstrak membantu menempatkan kelompok otot utama menjadi, pola yang terorganisir, sehingga mudah untuk menciptakan bentuk yang kompleks,sehingga tampak realis.
Untuk bagian kepala secara utuh dan detail, akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.
Setelah memahami metode Reilly diatas, kita dapat melanjutkan menggambar dengan menciptakan figurfigur yang lebih fleksibel dan dinamis dengan cara mengamati dan mempelajari pose-pose dari sudut yang berbeda.
Jika ingin melakukan penelitian tambahan, coba mencari karya Andrew Loomis, ilustrator Amerika terkenal yang mencakup beberapa prinsip-prinsip ini dalam menggambar figur secara manual.
Intinya adalah bagaimana kita menggabungkan imajinasi dan metode yang ada dalam membentuk suatu figur. Jangan pernah menyerah karena semuanya adalah proses, tetap semangART dan salam Budaya.

Mencuri atau Terinspirasi

sumber gambar : www.logoblog.org

 

Mencuri atau Terinspirasi?

Derasnya informasi yang ada saat ini membuat kita dimudahkan dalam segala hal. Termasuk didalamnya dalam proses pencaian ide, tidak dipungungkiri bahwa dalam membuat suatu desain dibutuhkan referensi, namun jangan atas nama referensi lalu asal comot karya orang lain.

Pembuatan logo tidak hanya asal tempel atau asal membuat bentuk saja, lebih dari itu, harus ada riset yang mendalam, setidaknya mengetahui untuk apa logo itu dibuat.

Dan bukan perkara mudah dalam menciptakan sebuah logo yang tepat untuk sebuah brand image suatu produk maupun perusahaan. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain, logo harus menggambarkan keadaan suatu produk atau perusahaan, harus mengetahui filosofi dari logo yang akan dibuat, selain itu masih banyak pula hal-hal yang harus dipikirkan dalam membuat sebuah konsep logo. 


Apakah hanya berhenti pada sebuah konsep? jawabnya tentu tidak, seorang perancang komunikasi visual atau perancang grafis harus mengetahui dasar-dasar dalam membuat manajemen perancangan. Beberapa langkah harus dilalui, mulai dari penjaringan ide dari data visual maupun verbal, pembuatan rough layout, pembuatan alternative dan comprehensive designs, hingga ke mock up dan final artwork.

Butuh waktu berhari-hari dan berbulan-bulan untuk membuat sebuah logo yang tepat.
Tidak hanya dari inspirasi, namun pengalaman visual juga sangat penting untuk menuangkan ide gagasan dalam penciptaannya. Dan tak jarang atas nama 'pengalaman visual' lalu dijadikan pembenaran untuk copy paste dari logo yang sudah ada. Akhirnya tak jarang kita menemui beberapa logo dari merk produk berbeda atau dari dua perusahaan yang berbeda, namun memiliki kemiripan didalamnya. Disengaja atau tidak semuanya adalah tanggung jawab moral bagi yang membuatnya. Terinspirasi atau mencuri kadang susah untuk membedakannya, seperti gambar beberapa contoh logo diatas. Namun sebagai perancang Komunikasi Visual atau Perancang Grafis, hendaklah kita lebih arif dalam bersikap. Bukankah Desain juga merupakan sebuah seni (walau merupakan seni terapan), dan seni harus jujur? Semua terserah pada kita dan bagaimana tanggung jawab kita sebagai seorang perancang.

Tentang Trojan Horse




 Itulah mengapa ada jenis Virus yang bernama Trojan Horse (Kuda Troya).


Dalam legenda Yunani dikisahkan bahwa bangsa Troya (Troy) merupakan musuh bebuyutan dari Sparta Yunani, Kerajaan Troya merupakan kerajaan yang sangat kuat  benteng troya tak pernah bisa ditembus oleh musuh manapun termasuk Sparta, begitu pula dengan Sparta Yunani merupakan kerjaan dengan pasukan yang sangat tangguh. Pada suatu hari mereka berdamai dimana Raja Troya, Priam, mengutus dua puteranya Hector dan Paris menemui Menelaos raja Sparta. Pertemuan itu membuahkan kata perdamaian diantara dua kerajaan tersebut. Namun disaat kedua belah pihak berpesta pora merayakan perdamaian tersebut, Paris jatuh cinta dengan Helen istri dari Menelaos raja Sparta. Helen menanggapi ajakan Paris untuk dibawa pulang ke Troya, karena ternyata Helen juga sangat mencintai Paris dan Helen tidak mencintai Menelaos. Tanpa sepengetahuan Menelaos Helen dibawa Paris ke Troya dan sang kakak, Hector, baru diberitahu Paris saat diatas kapal dalam perjalanan kembali ke Troya. Hector sangat marah dan mau mengembalikan Helen ke Sparta, namun karena keduanya saling mencintai maka Hector akhirnya luluh. Hector tahu bahwa ini akan menjadi malapetaka bagi kerajaan Troya, namun karena Hector sangat sayang dengan Paris adiknya ia menuruti kemauan adiknya untuk tidak mengembalikan Helen ke Menelaos raja Sparta itu. Dan hector jug tahu walau Helen dikembalikan, Spartapun akan menyerang Troya.




Dan benar apa yang diperkirakan Hector, Raja Sparta itu marah besar bersama Raja Mykenai yang bernama Agamemnon dan raja-raja Yunani yang lain mereka melakukan ekspedisi besar-besaran untuk menggempur Troya. Dalam menggempur Troya, raja Sparta juga meminta bantuan Achilles. Achilles adalah seorang ksatria yang sangat tangguh, tak ada yang bisa mengalahkan Achilles waktu itu. Namun Achilles sebenarnya tidak membela Sparta, ia berperang untuk dirinya sendiri, ia ingin namanya abadi dalam pertempuran besar itu.



Sebenarnya pertempuran menggepur Troya ini merupakan pertempuran dengan banyak Tujuan. Agamemnon ingin merebut Troya karena Troya merupakan penghalang untuk menguasai seluruh wilayah Aegean, sedangkan Menelaos ingin istrinya, Helen, kembali. Lain halnya dengan Achilles yang hanya ingin nama besar dan dikenang sepanjang hayat melalui perang ini.



Tibalah pasukan Achilles di wilayah Troya mereka langsung memporak porandakan pasukan dan Kuil Apolo, Salah satu kuil pemujaan bangsa Troya. Disitu Achilles menemukan Briseis yang tak lain adalah sepupu Hector. Briseis dibawa sebagai tawanan oleh Achilles, namun Raja Agamemnon merebut dari Achilles. Achilles-pu tidak terima namun ia kalah karena ia hanya seorang ksatria dan bukan raja. Dalam mengepung dan menggempur Benteng Troya Achilles tak mau ikut ia marah karena Agamemnon merebut Briseis daripadanya. Dalam pertempuran menggempur Benteng Troya itu Pasukan Sparta kalah dan terbunuhlah Menelaos oleh Hector saat melawan Paris. Agamemnon marah besar dan berniat membalas dendam kematian adiknya. Pasukan Spartapun mundur ke wilayah laut. Disitu dia meminta Achilles untuk membantunya, nampaknya Achilles enggan untuk diajak bertempur mengingat Breseis sudah ia dapatkan dan ingin kembali ke Yunani. Namun sepupu dari Achilles yang bernama Patroclus berambisi ingin bertempur melawan pasukan Troya. Tanpa sepengetahuan Achilles ia memakai baju zirah Achilles dan memimpin pasukan Achilles melawan pasukan Hector. Hector kemudaian membunuh Patroclus dalam pertempuran tersebut namun Hector tidak tahu bahwa yang dibunuh adalah Patroclus sepupu Achilles bukan Achilles sendiri. Mendengar sepupunya terbunuh maka murkalah Achilles. Ia mendatangi Hector dan bertarung dengannya. Hector kalah dan terbunuh di tangan Achilles. Mayat Hector dibawa Achilles ke perkemahan Sparta. Kemudian dikisahkan Priam raja Troya meminta mayat Hector puteranya kepada Achilles untuk dibawa ke kerajaan Troya agar mendapat pemakaman yang layak. Achillespun luluh dan memberikan mayat Hector ke Priam, tak hanya itu ia juga membebaskan Breseis dan menyuruhnya  pulang ke Troya bersama Priam. Achilles juga memberi waktu 12 hari berkabung dan tidak akan menyerang Troya.



Selama 12 hari itu ternyata Odysseus tangan kanan dari Agamemnon membuat suatu ide. Ia membuat strategi agar bisa menembus benteng Troya. Ia membuat strategi KUDA TROYA (TROJAN HORSE), Ia membangun sebuah patung kuda kayu raksasa sebagai persembahan untuk dewa Poisedon. Namun itu hanya taktik belaka dari seorang Odysseus, kuda tersebut dibangun agar bangsa Troya yakin pasukan Sparta telah kembali ke negerinya, dengan patung kuda raksasa untuk dewa Poisedon itu dalam kepercayaan Yunani akan membawa keselamatan dalam pelayaran. Bangsa Troya percaya dan bermaksud membakar Patung kuda Raksasa itu di dalam benteng Troya. Kuda Troya itupun dibawa masuk ke dalam benteng Troya dan rakyat Troya bergembira mengira semua pasukan Sparta kembali ke negerinya. Dimalam hari saat semua penduduk terlelap, pasukan Sparta mulai keluar dari patung Kuda Raksasa itu, membuka benteng Troya dan memasukkan seluruh pasukan Sparta ke dalam benteng Troya, karena sebenarnya pasukan dari sparta sebelumnya telah bersembunyi di bagian pantai yag lain. Taktik yang sangat brilian mengingat benteng Troya tak pernah bisa ditembus oleh pasukan manapun. Kemudian terjadilah perang yang tak terduga dalam benteng Troya tersebut. Di akhir cerita  benteng Troya akhirnya dibakar,   Agamemnon terbunuh oleh Achilles saat mau menghabisi Breseis, dan Achilles mati oleh panah Paris.



Lalu apa hubungan cerita tadi dengan Virus komputer, jadi virus yang bernama TROJAN HORSE sebenarnya merupakan jenis virus yang akan menembus  security dan firewall dari system windows, dia akan menginjeksikan dirinya ke dalam system w32, masuk ke dalam Documents and Setting, merubah setting dari registry pada windows dan membukakan jalan bagi virus TROJAN untuk masuk ke dalam system. Jadi teknik menyerangnya sama seperti kisah Kuda Troya diatas.



Selamat hari Senin... :)