TYPOGRAFI
Huruf atau biasa juga dikenal dengan istilah “Font” atau “Typeface”
adalah salah satu elemen terpenting dalam Desain Grafis karena huruf
merupakan sebuah bentuk yang universal untuk menghantarkan bentuk visual
menjadi sebuah bentuk bahasa. Huruf merupakan hal yang penting dalam
dunia Desain Komunikasi Visual. Huruf atau sering disebut dengan Font,
Tipo, Typeface, Type merupakan bentuk visual yang dibunyikan sebagai
kebutuhan komunikasi verbal. Dalam Desain Komunikasi Visual kita
mengenal adanya ilmu yang mempelajari tentang huruf yaitu Typografi
dengan kata lain Tipografi adalah Ilmu yang mempelajari tentang Huruf
dan penggunaan Huruf dalam aplikasi desain komunikasi visual.
Dalam desain komunikasi visual, tipografi dikatakan sebagai ‘visual
language’, yang berarti bahasa yang dapat dilihat. Tipografi adalah
salah satu sarana untuk menterjemahkan kata-kata yang terucap ke halaman
yang dapat dibaca. Peran dari pada tipografi adalah untuk
mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat.
Secara tidak sadar manusia selalu berhubungan dengan tipografi setiap
hari, setiap saat. Pada merek dagang komputer yang kita gunakan, koran
atau majalah yang kita baca, label pakaian yang kita kenakan, dan masih
banyak lagi. Hampir semua hal yang berhubungan dengan desain komunikasi
visual mempunyai unsur tipografi di dalamnya. Kurangnya perhatian pada
tipografi dapat mempengaruhi desain yang indah menjadi kurang atau tidak
komunikatif.
(Yoga Pramuditya, S.Kom, SEJARAH & KAJIAN TIPOGRAFI)
Seiring perkembangan Komunikasi dari era prasejarah hingga saat ini
huruf memiliki banyak keragaman dan memiliki banyak type. Awalnya
Perkembangan Sekitar tahun 3100 SM, bangsa Mesir menggunakan pictograph
sebagai simbol-simbol yang menggambarkan sebuah objek. Komunikasi dengan
menggunakan gambar berkembang dari pictograph hingga ideograph, berupa
simbol-simbol yang merepresentasikan gagasan yang lebih kompleks serta
konsep abstrak yang lain.
Perpindahan yang mendasar dari bahasa gambar dan tanda yang dibunyikan
(pictograph, ideograph – menunjukan benda serta gagasan) hingga bahasa
tulisan yang dapat dibunyikan dan memiliki arti (Phonograph – setiap
tanda atau huruf menandakan bunyi) dapat disaksikan pada sistem alfabet
Phoenician pertama yang diperkenalkan pada tahun 1300 sebelum Masehi.
Alfabet ini terdiri dari 23 simbol yang sangat sederhana dan terbatas
hanya sebagai perwakilan unsur bunyi. Sebagai contoh, huruf pertama dari
alfabet Phoenician berupa gambar sederhana dari kepala banteng, yang
dalam bahasa mereka disebut Aleph, dan kemudian kata ini mewakili bunyi
dari huruf ‘A’.
Bangsa Yunani kemudian mengadaptasi sistem alfabet ini ke dalam struktur
anatomi huruf yang lebih teratur dengan menerapkan bentuk-bentuk
geometris. Perkembangan yang terpenting dari sistem alfabet ini adalah
penerapan pola membaca dari arah kiri ke kanan (AlfabetPhoenician dari
kanan ke kiri). Istilah Alfabet (Alphabet) berasal dari singkatan 2
huruf pertama dalam sistem alfabet Yunani, yaitu Alpha danBeta. Sistem
alfabet kemudian terus berkembang hingga akhirnya bangsa Romawi
menyempurnakan ke dalam bentuk huruf yang sebagaimana kita kenal dan
gunakan sekarang;
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Dalam beberapa literatur tipografi, rupa huruf dapat di golongankan
dalam beberapa klasifikasi, yang berguna untuk mempermudah
mengidentifikasi rupa huruf tersebut. Berdasarkan klasifikasi yang umum
dan sering dipakai, klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan
fungsinya, rupa huruf digolongkan menjadi:
- Blackletter/ Old English/ Textura, berdasarkan tulisan tangan
(script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman
(gaya gothic) dan Irlandia (gaya Celtic).
- Humanis/ Venetian, berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi
di Italia. Disebut humanis karena goresannya seperti tulisan tangan
manusia.
- Old Style, Rupa huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
- Transitional, Rupa huruf serif, muncul pertama kali sekitar tahun
1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf
raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
- Modern/ Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang jaman Modern.
- Slab serif/ Egyptian Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19,
kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan
arsitektur Mesir kuno
- Sans-serif/ Rupa huruf tanpa kait
- Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
- Geometris Sans-serif, bentuk rupa hurufnya berdasarkan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran segi empat dan segitiga.
- Humanis Sans-serif, bentuk rupa hurufnya seperti tulisan tangan manusia.
- Display/ dekoratif, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar.
- Script dan cursive, bentuknya menyerupai handwriting - tulisan
tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung,
sedangkan Cursive tidak.
Selain itu ada juga klasifikasi yang berdasarkan bentuk rupa hurufnya:
I.
Huruf Roman
Huruf Roman atau yang sering kita sebut sebagai huruf latin memiliki
jumlah 26 huruf yang diterapkan sejak abad pertengahan dan digunakan
sebagai alfabet dalam bahasa Inggris kontemporer. Roman, pada awalnya
adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan
prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh
huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku. Diberi
nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", muncul pertama kali sekitar
tahun 1692 oleh Philip Grandjean, karena dibuat atas perintah Raja Louis
XIV. Merupakan kelompok Rupa huruf serif. Font Jenis Roman identik
dengan sirip, dan memiliki kontras tebal dan tipis garis-garisnya dalam
tiap hurufnya.
Gambar 1.1
Pola font Roman du Roi
Dibawah ini beberapa Contoh font dari keluarga Roman:
Gambar 1.2
Bentuk Huruf TimesNewRoman
Gambar 1.2
Yale Administratives Roman Regular
Gambar 1.3
Bentuk huruf Hunt Roman
II.
Huruf Bodoni
Font Bodoni adalah serangkaian tipografi serif pertama, dirancang oleh
Giambattista Bodoni (1740-1813) pada tahun 1798. Font ini
diklasifikasikan sebagai Didone modern. Bodoni mengikuti ide dari John
Baskerville, seperti yang ditemukan dalam tipe pencetakan Baskerville,
yang kontras dan stroke meningkat, lebih vertikal sedikit pekat, huruf
besar, tetapi membawa mereka pada akhir yang lebih ekstrim. Bodoni
memiliki karir yang panjang dan desainnya berevolusi dan berbeda,
berakhir dengan struktur huruf yang sempit dan datar, serif unbracketed,
kontras ekstrem antara stroke tebal dan tipis, dan konstruksi geometris
secara keseluruhan. Meskipun desain ini kemudian adalah sah disebut
"modern", desain sebelumnya adalah "transisi". Di antara versi digital,
ada dua contoh, baik dari periode modern, maupun transisi: Sumner Stone
ITC Bodoni, dan Gunther Lange "Bodoni Old Face" untuk Berthold. Hampir
semua versi lainnya merupakan gaya yang paling ekstrim dari Font Bodoni.


Gambar 2.1 Perbandingan Bentuk Font Garamond (Roman gaya lama )
Dengan Bodoni (Modern Roman)
Bicara tentang font bodoni hal ini berkaitan dengan huruf modern dan
tidak dapat lepas dari seseorang berkebangsaan Perancis yang bernama
Firmin Didot (putra François - Ambroise Didot), dan font ini pertama
kali menghiasi halaman yang dicetak pada 1784 .
Gambar 2.2
Penggunaan Font Bodoni pada halaman yang dicetak pertama kali pada tahun 1784
Jenis font ini segera diikuti oleh Didone yang mengacu pada pola dasar
dari Bodoni, Seorang Desainer huruf, pembuat punch cutter dan pencetak,
Giambattista Bodoni terpengaruh bentuk dari Romains du Roi dan jenis
John Baskerville ( dengan kontras tinggi ) , karena kekagumannya pada
kedua jenis font ini.
Bodoni selamanya akan dihubungkan dengan beberapa kelompok interpretasi
digital—the FontBook memasukkan lebih dari 14 (empat belas) halamanto
dengan pengaruh cita rasa Bodoni; beberapa setia meggunakan dan
merubahhnya secara digital, yang lainnya membuat pola dengan
interpretasinya masing-masing. Namun bagaimanapun juga, Bodoni merupakan
sebuah huruf yang secara produktif digunakan oleh designer
Karakter dari font Bodoni:
1 . Kontras tinggi dan tiba-tiba antara stroke tebal dan tipis ;
2 . Tiba-tiba ( unbracketed ) rambut ( tipis) serif
3 . sumbu vertikal
4 . stres Horizontal
5 . aperture kecil
Gambar 2.3
Contoh penggunaan font Bodoni pada Poster Typografi, karya Tati Dengo
III.
Huruf Egyptian
Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egyptian karena
bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno.
Dikenal dengan sebutan lain sebagai Slab Serif (abad ke-19) karena
Sirip/ Kait dan garisnya memiliki ketebalan yang sama, jika dilihat
seperti papan. Font ini telah dikenal sebagai "Antique" dan "Egyptian"
dan beberapa nama keluarga dari jenis font ini mencerminkan pengaruh
Mesir: Kairo, Karnak, Memphis, dll. Serif slab sangat baik digunakan
untuk membuat judul namun tidak baik untuk keterbacaan bila digunakan
sebagai body copy
Gambar 3.1
Anatomi Slab Serif/ Egyptian
Gambar 3.2
Perbandingan antara Font Clarendon dengan Egyptian
Gambar 3.3
Beberapa keluarga dari jenis font Slab Serif
Gambar 3.4
Penggunaan Font Slab Serif/ Egyptian Pada Judul Lay Out buku
Gambar 3.5
Penggunaan Font Egyptian pada Headline media cetak
IV.
Huruf Sans Serif
Huruf tanpa kait atau biasa disebut dengan sans-serif adalah jenis huruf
yang tidak memiliki kait pada bagian ujung strokes/ garis. kata sans,
yang berasal dari bahasa Perancis, memiliki arti tanpa, sedangkan serif
adalah bagian yang berbentuk kait di ujung strokes.
Gambar 4.1
Font San Serif
Rupa huruf sans-serif dalam beberapa literatur tipografi juga sering
disebut "Grotesque" (dalam bahasa Jerman "grotesk") atau "Gothic". Sans
Serif merupakan jenis font tanpa sirip/ kait, jenis ini berkesan
kontemporer. Dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf
yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini
adalah modern, kontemporer dan efisien. Jenis huruf ini tidak memiliki
garis-garis kecil yang disebut counterstroke.
Gambar 4.2
Perbedaan huruf Serif dan San Serif
Huruf ini berkarakter streamline, fungsional, modern dan kontemporer.
Contoh: Arial, Futura, Avant Garde, Bitstream Vera Sans, Century Gothic
dan lain sebagainya.
Sans serif muncul pada abad ke-19-20 - Awalnya dianggap tiada banding
oleh para puritan, maka diberi nama Grotesque (Jerman) atau Gothic, ada
tiga jenis yang berbeda yaitu:
1)
Bauhaus terinspirasi dengan proporsi formal seperti Futura dan Spartan,
Gambar 4.3
Bentuk Font Bauhaus
2)
Gothics Swiss-terinspirasi dari grotesques/ gothic yang kurang geometris dan lebih canggih seperti Helvetica dan Univers, dan
Gambar 4.4
Bentuk Font Helvetica
3)
Tipografi
Humanis yang terlihat lebih seperti mereka diciptakan oleh tangan
manusia, termasuk jenis dengan stroke tebal dan tipis tapi tidak ada
serif seperti Optima (Zapf Humanis), Radiant dan Broadway. Contoh lain
adalah Berita Gothic, Frutiger, dan Gill Sans.
Gambar 4.5
Bentuk Font Gill Sans
V.
Huruf Decorative
Selain serif dan sans serif, ada pula jenis huruf “sambung” dan huruf
“gaya bebas.” Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf
tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. Atau
bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di
kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. Ada berbagai
macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern,
dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”.
Sementara huruf “gaya bebas” mencakup segala macam jenis huruf “aneh”
lain yang sulit dikategorikan dalam ketiga kategori lainnya. Kadang
huruf ini bisa diinspirasi dari bentuk geometris tertentu, memadukan
gambar atau pola tertentu, dan sebagainya. Di komputer juga dikenal
font-font “wingdings-like” yang sebenarnya adalah clipart. Tiap hurufnya
murni berupa ikon atau gambar, bukan huruf.
Umumnya jenis-jenis huruf skrip dan dekoratif digunakan untuk hiasan
atau dekorasi, bukan untuk teks maupun headline teks. Karena derajat
kompleksitasnya lebih tinggi, maka tidak cocok untuk teks karena akan
menyulitkan pembacaan.
Huruf dekoratif atau biasa disebut dengan Miscellaneous, merupakan
pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada, muncul sekitar abad 19,
untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya
yang besar ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif.
Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Gambar 5.1
Contoh font Dekoratif, Leafy-Glade
Gambar 5.2
Penggunaan Font dekoratif untuk Drop Cap
pada Lay Out halaman buku
Gambar 5.3
Penggunaan Font Dekoratif pada Iklan tempo dulu
Gambar 5.4
Penggunaan Font Dekoratif pada Iklan masa kini
Gambar 5.5
Penggunaan Font Dekoratif pada Mural Dinding
Gambar 5.6
Penggunaan Font Dekoratif pada Poster Konser Musik
(Death Vomit, Yogyakarta)
Gambar 5.5
Penggunaan Font Dekoratif pada Logo Group Band
Sumber Materi:
typographica.org | fontasticindonesia.blogspot.com | iw3n.wordpress.com | www.fontsquirrel.com
ontextualstudies.files.wordpress.com | www.webopedia.com | share.pdfonline.com
www.linotype.com | tlrdesignblog.blogspot.com | imamgomez.webs.com | c2.avid.com
tatidengo.blogspot.com | yale.edu