Senin, 26 September 2016

Apa itu DKV



Desain komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.

Desain komunikasi visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan, peningkatan citra dan publikasi program pemerintah. Pada prinsipnya dkv adalah perancangan untruk menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual yg komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran. elemen desain komunikasi visual adalah gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak dalam berbagai media. baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual. akar bidang dkv adalah komunikasi budaya, komunikasi sosial dan komunikasi ekonomi. Tidak seperti seniman yang mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, seorang desainer komunikasi visual adalah penterjemah dalam komunikasi gagasan. Karena itulah dkv mengajarkan berbagai bahasa visual yang dapat digunakan untuk menterjemahkan pikiran dalam bentuk visual.

GRAFFITI | MURAL | FRESCO

NILAH PERBEDAAN KETIGANYA.

Beberapa orang masih bingung dan kadang sulit membedakan dari ketiga macam seni  lukisan dinding berikut

foto dari : pasarbarubandung.wordpress.com
GRAFFITI
Graffiti berasal dari bahasa latin, yaitu "Graphium" yang artinya adalah Tulisan. Graffiti udah ada sejak zaman dulu, digunakan sebagai media komunikasi dan sarana mistisme dan spiritualisme. Graffiti juga digunakkan sebagai sarana propaganda untuk menyindir dan menunjukkan ketidakpuasaan kepada pemerintah. Graffiti merupakan coretan di dinding dengan mempertimbangkan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan untuk Graffiti itu biasanya cat semprot atau spidol, seni ini disebut dengan bombing art dan senimannya disebut bomber.
 _____________________________________________________



www.kediripedia.com/militansi-di-balik-coretan-mural/
MURAL berasal dari bahasa latin "Murus" yang berarti Dinding. Jadi mural adalah lukisan yang dilukis pada bidang permanen seperti tembok, dinding dan sejenisnya. Mural telah ada sejak zaman dulu biasanya dipergunakan sebagai ajang kegiatan spiritual dan ajang eksistensi diri. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

 _____________________________________________________


www.encyclopediaofukraine.com
FRESCO berasal dari frase Italia "buon fresco" yang berarti "selagi basah". Pigmen yang ditimpakan di atas plaster basah akan melekat sangat kuat sehingga hasil karya bisa dinikmati berpuluh tahun. Adonan ini harus dibuat dengan takaran yang tepat, sebab bila terlalu basah akan menyebabkan timbulnya jamur, dan bila terlalu kering akan menyebabkan pigmen tidak bisa tertempel kuat. Teknik fresko banyak dipakai pada masa Renaisans hingga Barok.

7 LOGO TERMAHAL

7 LOGO TERMAHAL DI DUNIA VERSI GARDU

 
7. Pepsi - USD 1,000,000
Pepsi (sebelumnya bernama Pepsi-Cola) adalah merek minuman ringan yang diproduksi oleh PepsiCo dan dijual di seluruh dunia melalui toko, restoran, dan mesin penjual. Minuman ini merupakan saingan terbesar Coca-Cola. Pepsi dibuat pertama kali pada 28 Agustus 1898 oleh ahli farmasi yang bernama Caleb Bradham, dan menjadi merek dagang pada 16 Juni 1903.
Di Indonesia, Pepsi diproduksi oleh PT. Pepsi-Cola Indobeverages. Pabriknya terletak di Purwakarta, Jawa Barat. Perusahaan tersebut merupakan joint-venture antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia. Saat ini PT. Pepsi-Cola Indobeverages memproduksi Pepsi, 7 Up, Mirinda, Gatorade, Tropicana Twister, Tehkita dan Fruitamin.
Pepsi melakukan re-desain logo mereka pada tahun 2008 dan dilaporkan bahwa budget untuk re-design logo, PEPSI menghabiskan biaya 1 juta dolar.
______________________________________________________________

6. BBC - USD 1,800,000
British Broadcasting Corporation (BBC) merupakan perusahaan penyiaran asal Britania Raya yang dibentuk tahun 1927.
Layanan televisi BBC di Britania antara lain adalah BBC One, BBC Two, BBC Three, BBC Four, saluran berita BBC News, dan dua saluran anak-anak, CBBC Channel serta CBeebies. BBC One dan Two bisa diterima dengan transmisi analog, sedangkan sisanya digital. BBC juga mengelola sebuah stasiun yang dikhususkan untuk politik bernama BBC Parliament, yang menyajikan berita Parlemen Britania, Skotlandia, Parlemen Eropa serta Senat Amerika Serikat.
Operasi BBC dijalankan oleh BBC Worldwide termasuk saluran televisi internasionalnya seperti BBC World News, BBC Prime, BBC America, BBC Canada dan BBC Japan.
BBC mendesain ulang logo mereka pada tahun 1997, dan rebranding mereka menghabiskan biaya perusahaan sebesar 1,8 juta dolar. Logo monokromatik jelas diakui secara universal dan mudah dipahami.
______________________________________________________________

5. Australia and New Zealand Banking Group - USD 15,000,000
Bank ANZ adalah bank terbesar keempat di Australia, setelah Commonwealth Bank, Westpac Banking Corporation, dan National Australia Bank. Bank ini didirikan pada tahun 1835.
Pada tahun 2010 silam, Australian and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) memutuskan untuk melakukan rebranding. Dan butuh waktu selama 2 tahun untuk pengerjaan rebranding tersebut. Pihak ANZ menghabiskan dana mencapai Rp 180 miliar hanya untuk mengganti logonya.
Strategi rebranding selama 2 tahun tersebut terbilang berhasil. Kini ANZ menjadi bank paling terkenal di Selandia Baru dan dinobatkan sebagai bank paling populer nomor 3 di Australia.
______________________________________________________________

4. Posten Norge - USD 55,000,000
Posten Norge atau Norway Post adalah nama institusi layanan pos Norwegia yang berdiri sejak 1647. Perusahaan ini memiliki empat divisi: Pos, Logistik, Distribusi dan Jaringan ErgoGroup AS yang mengkhususkan diri dalam layanan elektronik dan outsourcing. Posten Norge dimiliki oleh Departemen Transportasi dan Komunikasi Norwegia, yang memegang distribusi surat di seluruh negeri.
Merasa bahwa logonya telah ketinggalan zaman, akhirnya POSTEN menggantinya dengan logo baru yang lebih kekinian. Penggantian logo tersebut memakan biaya sebesar Rp 660 miliar.
______________________________________________________________


3. Accenture - USD 100,000,000
Accenture merupakan perusahaan konsultan manajemen global, servis teknologi, dan outsourcing yang berbasis di Irlandia. Perusahaan ini disebut sebagai perusahaan konsultan terbesar di dunia jika diukur dari pendapatan. Hingga saat ini, Accenture sudah melayani klien di lebih dari 120 negara.Saat ini, total aset Accenture tercatat sebanyak 16,87 miliar dollar.
Untuk sebuah logo baru perusahaan tersebut menghabiskan dana sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun. Logo sederhana tersebut membuat Accenture semakin terkenal dengan tanda ‘<’.
 ______________________________________________________________

2. BP - USD 211,000,000
BP (sebelumnya bernama British Petroleum) adalah sebuah perusahaan minyak bumi bermarkas di London, dan termasuk di antara empat perusahaan minyak terbesar di dunia (di samping Shell, ExxonMobil, dan Total).
Pada Desember 1998, BP bergabung dengan American Oil Company (Amoco), membentuk "BP Amoco". Namun, langkah ini dipandang umum sebagai sebuah pembelian Amoco oleh BP, hanya saja digambarkan secara resmi sebagai sebuah penggabungan karena alasan legal. Setelah setahun beroperasi bersama, mereka menggabungkan banyak operasi dan nama "Amoco" dilepas dari nama perusahaan.
BP mengeluarkan budget sebesar USD 211 atau sekitar Rp 2 triliun. Logo baru tersebut berbentuk bunga dan masih mempertahankan warna hijau dan kuning sebagai warna kebesaran, serta tulisan BP walaupun diletakkan di luar bunga.
______________________________________________________________

1. Symantec - USD 1,280,000,000
Symantec Corporation merupakan sebuah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang menghasilkan berbagai macam perangkat lunak. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1982, dan bermarkas di Sunnyvale, California. Perusahaan ini beroperasi lebih dari 40 negara.
Symantec disebut sebagai pemimpin global di bidang solusi-solusi keamanan, backup dan ketersediaan. Salah satu produknya yang terkenal adalah Norton (Antivirus & Internet Security)
Symantec telah membuat sejarah dalam mendesain ulang logo dan kampanye rebranding mereka, tak tanggung-tanggung perusahaan ini mengeluarkan total biaya lebih dari satu miliar dolar atau lebih dari Rp 1 triliun, nilai yang sangat fantastis untuk sebuah logo.
______________________________________________________________

Helvetica



Mengapa Helvetica


Salah satu unsur penting dari desain grafis adalah font. Font memiliki peranan penting dalam sebuah desain komunikasi visual. Ada banyak Typeface font salah satunya yang telah menjadi primadona adalah HELVETICA.

Akhir tahun 50-an adalah era yang penting bagi perkembangan desain grafis. Dikatakan penting karena pada era tersebut tercipta sebuah 'typeface' atau huruf yang kemudian menjadi populer di kalangan para desainer grafis.

Adalah Max Miedinger bersama dengan Eduard Hoffman yang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan huruf Haas Typefoundry, pada tahun 1957 mereka menciptakan jenis huruf yang diberi nama NEUE HAAS GROSTEK. Mereka menciptakan huruf ini dengan maksud untuk menyaingi ketenaran dari huruf yang telah populer sebelumnya di pasar Swiss yaitu AKZIDENZ-GROSTEK.

Kemudian typeface Neue Haas Groostek tersebut diadopsi oleh Linotype yang saat ini merupakan merk dagang dari Linotype Corp., dan mengalami berbagai perubahan.
Sehingga tahun 1960 Neue Haas Grostek berganti nama menjadi Helvetica atau merupakan istilah untuk Negara Swiss (Switzerland).

Helvetica adalah font berjenis Sans Serif (tidak bersirip) yang berlandaskan pada prinsip Swiss Style, yaitu typeface dengan bentuk kejelasan yang nyata tanpa memiliki makna intrinsik, bersih dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Swiss Style adalah sebuah gaya desain grafis yang mudah dikenali karena menekankan pada kejelasan informasi, komposisi yang obyektif dan rasional serta didominasi oleh typografi.
Swiss style menyebar sampai dengan tahun 70an. Dengan memiliki karakter tersebut diatas, helvetica menjadi pilihan utama yang bisa diaplikasikan dalam berbagai media dan diasosiasikan dengan hal modern dan progresif.

Helvetica pada akhirnya terkenal di seluruh dunia termasuk dalam desain periklanan, banyak merek ternama menggunakan Helvetica untuk wordmark komersial sebagai bagian dari identitas merk. Hingga saat ini sudah 50 tahun lebih Helvetica masih banyak dipakai. Namun kepopuleran Helvetica bukan berarti tidak mengalami kemuduran. Munculnya huruf Arial pada tahun 1982 dan memiliki karakter huruf yang identik secara proporsi dengan Helvetica, merupakan faktor yang mempengaruhi kemunduran Helvetica.

Arial sebagai font default standar pada sistem operasi Windows dari Microsoft, semakin menurunkan kepopuleran Helvetica. Akibatnya nama Helvetica mulai tenggelam dan tergantikan dengan kepopuleran Arial.
Walaupun ketenaran Helvetica mulai pudar, namun Helvetica tetap memberi warna tersendiri bagi Desain Komunikasi Visual pada abad 20.

DD, dari berbagai sumber

Senin, 06 Juli 2015

Blog Gardu (Gagas Lingkar Terpadu)

Blog ini merupakan bagian dari halaman Gagas Lingkar Terpadu yang berada pada halaman Facebook